5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Alfitra Ajak Mahasiswa di Pontianak Sebagai Duta DKPP

Alfitra Ajak Mahasiswa di Pontianak Sebagai Duta DKPP

Kamis, 03 Mei 2018
170 dilihat

Pontianak, DKPP - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Alfitra Salam menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa di Pontianak mengambil peran aktif dalam penyelenggaraan Pilkada Tahun 2018. Hal ini disampaikan saat dirinya didaulat menjadi Pemateri Dialog Publik Nasional Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, di Ballroom Hotel Kapuas Palace Pontianak pada Kamis (3/5). Peran aktif yang dimaksudkan disini dapat berupa pengawasan partisipatif maupun aktif melapor bentuk-bentuk pelanggaran etika didalam pelaksanaan Pilkada.

Alfitra dalam paparannya menyampaikan potensi-potensi pelanggaran etika penyelenggara pemilu terutama masalah integritas. Bagaimana seorang penyelenggara menjaga hubungan baik, memberi jarak dan porsi yang sama kepada semua paslon. Dalam bentuk yang kongkret semisal menghindari pertemuan-pertemuan yang tidak resmi atau di warung kopi, kemudian berhati-hati dalam penggunaan media sosial, mengeluarkan statement-statement di facebook dan atau masuk dalam satu grup WhatsApp dengan paslon.

“Pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang, bertepatan dengan dua bulan suci (Ramadan dan Idul Fitri, red). Maka, penyelenggara harus bisa membedakan mana sedekah yang merupakan instruksi Tuhan, mana sedekah instruksi paslon,” tutur dia.

Sebab, lanjut dia, sedekah ini bisa jadi adalah politk uang. Hal ini yang harus diwaspadi oleh jajaran penyelenggara karena merupakan titik rawan terhadap potensi pelanggaran.

“DKPP berharap adik-adik mahasiswa disini aktif menjaga pelaksanaan pemilu yang lebih baik dan berintegritas. Laporkan jika menemukan pelanggaran dengan minimal dua alat bukti,” lanjut dia.

Mengusung tema Dengan Semangat 20 Tahun Reformasi Kita Bangun Peradaban Demokrasi, No Politik Uang dan No Politik SARA dalam Pilkada dialog publik nasional ini, dihadiri oleh jajaran Penyelenggara Pemilu, OKP, media massa, ormas, serta mahasiswa se-Pontianak. [Nurkhotimah]